๐๐ผ๐ผ๐ช๐ต๐ช๐ถ๐พ'๐ช๐ต๐ช๐ฒ๐ด๐พ๐ถ...
๐๐ท๐ท๐๐ฎ๐ธ๐ท๐ฐ ๐ช๐๐๐พ๐ฑ๐ช๐ท๐ท๐ช๐ผ! ๐๐ฎ๐ถ๐ซ๐ช๐ต๐ฒ ๐ต๐ช๐ฐ๐ฒ ๐ญ๐ฒ ๐ซ๐ต๐ธ๐ฐ ๐พ๐ท๐ฐ๐พ ๐๐ช๐ท๐ฐ ๐ผ๐ช๐ฝ๐พ ๐ฒ๐ท๐ฒ...๐
๐น๐๐๐, ๐๐ ๐๐๐ ๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐ ๐ค๐๐ช๐ ๐๐๐๐ ๐๐๐๐๐๐ฃ๐๐ฅ๐๐๐๐ ๐ค๐๐๐๐๐๐ฅ ๐๐๐ ๐๐ฃ๐๐๐ ๐๐ฆ๐ฃ๐ฆ ๐ค๐๐ช๐ ๐ช๐๐๐ ๐ก๐๐๐๐๐ ๐๐๐๐ ๐จ๐๐จ๐...
Biografi Guru Fiqih saya ketika di MAN 2 Pontianak
Guru Fiqihku namanya Dolhadi. Sudah memiliki satu istri dan 3 orang anak. Beliau alumi MAN 2 Pontianak yang mana sekolah itu sekarang menjadi tempatnya mencari nafkah. Panggilan akrabnya Pak Dol, bahasa melayu "tulen" ketika berbicara.
Kulitnya putih, hidungnya sedikit mancung, matanya sedikit sipit, ketika senyum seperti gula dengan gigi yang putih, rapi dan jenggot serta kumis yang tipis. Rambutnya selalu basah dan rapi. Gayanya sangat santai, baik ketika berjalan, berbicara dan mengajar. Ketika berbicara sangat-sangat tenang.
Ketika saya masih kelas 10, saya belum diajar beliau. Ketika itu saya hanya melihatnya tanpa mengetahui bagaimana cara beliau mengajar. Sebelum beliau mengajar di kelas saya, saya melihat Pak Dol itu sepertinya garang dan sangat serius jika dilihat dari wajahnya. Ketika saya sudah naik ke kelas 11, ternyata beliau yang mengajar di kelas saya pada mata pelajaran Fiqih. Dan setelah beliau masuk, perkiraan saya pada waktu kelas 10 itu ternyata berbanding terbalik dengan sifat beliau yang sebenarnya. Beliau orang yang lembut, senang memberi nasihat dan murah senyum.
Beliau lebih sering menggunakan sepeda motor bermerek Vario dari pada mobil. Alasannya kenapa saya tidak tahu, kemungkinan menghindari macet di pagi hari karena jalan raya Ahmad Yani selalu padat ketika pagi dan sore. Ketika pagi dipadati orang yang pergi bekerja dan anak-anak sekolah, ketika sore pun demikian.
Selain mengajar, Pak Dol juga berkecimpung di dunia pertelevisian menjadi ๐ฉ๐ฐ๐ด๐ต di salah satu acara keagamaan TVRI. Acara tersebut diadakan pada hari jum'at sehingga Pak Dol jarang masuk karena bentrok dengan jadwal kelas kami. Ketika hari jum'at bertepatan dengan tanggal merah, otomatis aktivitas sekolah menjadi di rumah. Saya tidak sengaja sedang menonton televisi dan sedang menggonta-ganti ๐ค๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐ฆ๐ญ tiba-tiba terlihat wajah Pak Dol di ๐ค๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐ฆ๐ญ TVRI. Saya pun langsung menghentikan pencarian ๐ค๐ฉ๐ข๐ฏ๐ฏ๐ฆ๐ญ karena sudah menemukan tontonan yang pas. Ketika ๐ข๐ด๐บ๐ช๐ฌ menonton, ayah saya melihat lalu bertanya "itu Dol ya?" Saya menjawab "iya yah, guru Fiqih saya di MAN 2 Pontianak".
Beliau suka membawa kedua anaknya ke sekolah karena sekolah anaknya tidak jauh dari MAN 2 Pontianak. Dua anaknya itu berjenis kelamin laki-laki dan perempuan. Husna untuk nama anaknya yang perempuan, dan yang laki-laki saya tidak tahu. Wajah husna persis seperti Pak Dol ayahnya. Ia masih SD, akan tetapi sudah rajin mendirikan shalat. Setiap shalat ashar dia selalu ke masjid jika sedang berada di MAN 2 Pontianak.
Beliau suka memakai kemeja lengan panjang maupun pendek dipadukan dengan celana hitam atau coklat panjang licin disertai ikat pinggang hitam dan gawai yang disangkutkan menggunakan sarungnya. Pakaiannya selalu rapi seperti disetrika setiap hari dan bersih dengan minyak wanginya yang harum semerbak. Orangnya sangat lucu, suka bercanda ketika mengajar kami. Tak pernah sekalipun kami tidak tertawa di saat jam pelajarannya. Materi yang disampaikannya sangat mudah dipahami karena beliau suka menggunakan bahasa melayunya. Kata-kata yang disampaikannya sangat menyentuh. Suka menasehati dengan kalimat gurauan. Beliau suka ๐ฎ๐ฆ๐ฎ-๐ง๐ฐ๐ต๐ฐ secara diam-diam wajah teman-teman saya ketika tidur di dalam kelas. Jarang sekali beliau marah, wajar jika wajahnya awet muda.
Ciri khas beliau ketika pergi ke masjid yang berada di MAN 2 Pontianak yaitu membawa sajadah kecil di salah satu pundaknya, sajadah itu juga berfungsi untuk menepas tubuh anak laki-laki yang belum juga beranjak dari kelas ketika adzan sudah berkumandang. Beliau sangat bijaksana, ketika marah tidak pernah melontarkan kata-kata yang kasar. Beliau lebih kepada tindakan yang mendidik.
Sistem pembelajaran beliau yaitu mepresentasikan materi sesuai dengan Bab yang ada di buku paket. Kami dipersilakan memaparkan serta menjelaskan materi dan mengadakan sesi tanya jawab. Ketika kami sudah tidak mampu untuk menjawab pertanyaan dari teman-teman, beliau pun bertanya "sudah?" (Sambil tersenyum). Kami pun menjawab "sudah pak" (dengan nada rendah). Setelah itu kami dipersilakan duduk ke kursi masing-masing lalu beliau menjelaskan kembali apa yang telah kami sampaikan.
Soal ulangan harian yang dibuat beliau sangat mudah jika kita benar-benar belajar dan memahami apa materi yang akan diujikan. Jawaban yang tepat akan diberi nilai 100 sedangkan yang tidak sesuai akan diberi nilai di bawah KKM dan harus melakukan remedi pada pertemuan selanjutnya. Akan tetapi Pak Dol tidak menekankan itu, urusan nilai diserahkan kepada kita. Jika ingin mendapatkan nilai tuntas maka harus mengikuti perintahnya, jika tidak ya tidak masalah kata beliau (dengan gayanya yang santai).
Ketika menyampaikan materi, beliau menggunakan laptop yang dibawanya menggunakan tas gendong belakang yang besar. Model apapun penyampaian materi dari beliau, mata saya tidak pernah mengantuk apalagi kepala yang terjatuh ke meja, tidak sama sekali. Waktu berjalan dengan cepatnya ketika beliau sedang mengajar. Jika beliau tidak masuk karena ada kegiatan lain, saya kurang bersemangat.
Kami tidak segan untuk bersenda gurau bersama beliau ketika beliau sedang menyampaikan materi. Karena satu pembahasan saja bisa berjam-jam sebab menyimpang kemana-mana karena gurauan tersebut. Terkadang perut dan pipi saya sakit karena terlalu banyak tertawa. Kelas kami penuh dengan tawa ketika Pak Dol yang masuk.
Tidak hanya di kelas, kelucuan beliau dimana-mana. Ketika sekolah mengadakan ๐ฆ๐ท๐ฆ๐ฏ๐ต dan ada ๐ฅ๐ฐ๐ฐ๐ณ๐ฑ๐ณ๐ช๐ป๐ฆ untuk diberikan kepada pemenang yang beruntung, salah satu ๐ฅ๐ฐ๐ฐ๐ณ๐ฑ๐ณ๐ช๐ป๐ฆ tersebut ada sebuah sepeda gunung. Yang membuat lucu di sini ialah ketika beliau memainkan sepeda tersebut di lapangan sambil berputar-putar di tengah lapangan MAN 2 Pontianak. Hal tersebut menjadi perhatian guru serta murid-murid yang sedang menyaksikan pengambilan nomor undian secara acak.
Hal yang paling berkesan sampai sekarang ialah ketika beliau mengabsen dan kami sedang ribut. Apa yang dilakukan beliau? Marah? Keluar kelas? Atau........? Beliau tetap mengabsen akan tetapi suaranya kecil, bisa dibilang hanya gerakan mulut ketika menyebutkan nama kami. Dan ternyata cara itu ampuh untuk menghentikan keributan kami. Masuk akal tidak? Ketika Pak Dol mengabsen dengan suara yang cukup keras tetapi tidak ada yang mendengarkan. Namun, ketika Pak Dol menghilangkan suaranya, kami semua mendengarkan dengan teliti sudah sampai mana beliau mengabsen.
Jika menjawab dan mengacungkan tangan maka dianggap hadir. Sebaliknya, jika hanya diam karena tidak mendengarkan maka dianggap ๐ข๐ญ๐ฑ๐ข.
Hal tersebut membuat saya dan teman sebangku yaitu Ayu menahan tawa karena gaya Pak Dol yang seperti itu baru kami temui. Kami berdua selalu merindukan pengajaran dari Pak Dol.
Ketika kami sudah lulus, kemudian mengambil Ijazah ataupun rapor di MAN 2 Pontianak, kami berjumpa dengan Pak Dol. Memandangnya saja sudah dapat mengobati rindu kami kepada pengajaran yang biasa beliau sampaikan di kelas.
Ketika saya membuka ๐ง๐ข๐ค๐ฆ๐ฃ๐ฐ๐ฐ๐ฌ Pak Dol kemudian melihat foto-fotonya, ternyata beliau mempunyai anak bayi. Saya kira anak beliau hanya 2 orang yang biasa dibawanya ke MAN 2 Pontianak.
Masya Allah... Rindu sekali diajar beliau๐ป
Sehat selalu Pak Dol๐
Sekian cerita dari saya, syukran sudah membaca๐บ
๐ฆ๐ช๐ผ๐ผ๐ช๐ต๐ช๐ถ๐พ'๐ช๐ต๐ช๐ฒ๐ด๐พ๐ถ...
